tanda shockbreaker mobil rusak

4 Tanda Shockbreaker Mobil Rusak dan Cara Perawatannya 

Sering mengandalkan mobil untuk menunjang mobilitas? Sudah tentu harus paham betul bagaimana merawatnya agar performa terjaga.

Mobilitas Anda tidak akan terganggu, sekalipun ada tanda kerusakan namun tidak fatal dan bisa segera diperbaiki dalam skala ringan. 

Semakin paham dan memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya merawat mobil, baik interior maupun eksterior.

Maka semakin mudah memperpanjang umur mobil itu sendiri, tak harus turun tangan langsung. Namun Anda bisa berkunjung ke bengkel mobil secara berkala, salah satunya ke Bengkel Karya Bakti. 

Semakin bertambah usia mobil maka semakin sering menunjukan tanda-tanda kerusakan, asalkan dirawat dengan tepat.

Maka tanda kerusakan yang muncul tidak langsung fatal dan biaya perbaikannya pun lebih ramah di kantong. 

Sebagai salah satu pemilik mobil, paling tidak Anda paham tanda error pada mobil dengan gejala yang bisa dirasakan.

Jika merasakan perbedaan saat mengemudikan mobil tersebut, ada baiknya segera di cek ke bengkel Karya Bakti. 

Berkenalan dengan Komponen  Shockbreaker Mobil 

Satu unit mobil terdiri atas puluhan ribu komponen yang menyusun mesin mobil secara keseluruhan.

Satu komponen dengan yang lainnya saling bekerjasama untuk memastikan mesin mobil menyala dan badan mobil bergerak sesuai keinginan pengemudinya.

Satu yang error jika bukan komponen utama mungkin belum menunjukan tanda-tanda, namun tidak dengan komponen utama. 

Service rutin menjadi tindakan penting untuk mengecek kondisi setiap komponen mesin secara berkala. Tujuannya adalah memastikan komponen masih dalam kondisi baik dan bekerja sebagaimana mestinya. 

Berbicara tentang komponen mesin mobil, tidak ada salahnya untuk mengenal lebih dalam komponen bernama shockbreaker.

Istilah lain untuk menyebut komponen ini adalah suspensi yang perlu diakui memiliki peran penting dalam menunjang keamanan dan kenyamana berkendara. 

Suspensi sendiri merupakan sistem di dalam mesin mobil yang berfungsi untuk meredam getaran.

Getaran ini dapat muncul ketika badan mobil melintasi gundukan jalan, tanjakan, bebatuan, dan lain sebagainya.

Meskipun saat melintasi berbagai kondisi di jalan tersebut dan mobil mengalami getaran, namun tidak akan terasa sampai di kabin. 

Sehingga melintasi kondisi jalan separah atau serusak apapun selama ditunjang oleh suspensi yang performanya baik, kondisi kabin akan tetap tenang dan nyaman.

Sebagaimana komponen pada umumnya, suspensi ini juga memiliki resiko untuk aus atau rusak karena suatu hal.

Rusaknya suspensi tak hanya membuat kenyamanan berkendara terganggu, namun juga membahayakan keselamatan. 

Tanda Shockbreaker Mobil Rusak 

Meminimalkan bahaya yang ditimbulkan oleh suspensi mobil yang rusak, maka Anda perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Semakin dini diketahui semakin cepat ditangani dan keamanan maupun kenyamanan menaiki mobil tetap terjaga. Adapun tanda-tanda suspensi ini mulai rusak antara lain: 

  • Berdecit Ketika Melintasi Tanjakan

Suspensi atau shockbreaker mobil yang sudah rusak akan menunjukan gejala berkurangnya kemampuan komponen ini meredam getaran atau goncangan.

Tanda atau gejala yang muncul beragam, salah satunya muncul suara decitan saat mobil melintasi tanjakan maupun polisi tidur. 

Suara decitan yang terdengar juga dibarengi dengan adanya goncangan di kabin mobil. Ada kalanya goncangan yang timbul tidak hanya terjadi sekali saja namun beberapa kali.

Jika kondisi ini dialami alangkah baiknya mengecek kesehatan shockbreaker mobil Anda.  

Kemampuan shockbreaker yang kurang maksimal dalam meredam goncangan saat melintasi tanjakan. Membuat mobil mengeluarkan suara decitan yang disertai goncangan.

Jika tidak menjumpai kerusakan apapun, tidak ada salahnya datang ke bengkel Karya Bakti agar dicek oleh mekanik profesional supaya pengecekan lebih menyeluruh. 

  • Pengereman Tidak Stabil

Shockbreaker yang sudah mulai aus dan kehilangan fungsinya tidak hanya menciptakan suara berdecit saat melintasi jalanan menanjak.

Namun juga mengurangi performa pengereman pada mobil Anda. Lemahnya sistem peredaman dari suspensi kemudian membuat tekanan ban berkurang.

Sehingga pengereman menjadi kurang stabil, dan tentunya perlu segera ditangani. 

  • Suspensi Mengeluarkan Oli 

Tanda termudah yang bisa diketahui menjadi tanda shockbreaker mobil rusak adalah adanya rembesan oli di komponen tersebut.

Oli yang merembes dari shockbreaker menunjukan jika seal di dalamnya rusak atau robek. Bisa juga disebabkan as shock mengalami baret, yang tentu perlu segera diganti dengan yang baru. 

  • Body Mobil Tidak Stabil 

Tanda berikutnya yang patut untuk Anda curigai jika shockbreaker mobil mengalami kerusakan adalah lewat kondisi body yang tidak stabil.

Body mobil akan cenderung miring ketika melintasi tanjakan, yang menandakan jika sistem peredam sedang rusak. Artinya shockbreaker mengalami kerusakan, sehingga membuat body tidak stabil. 

Cara Merawat Shockbreaker Mobil 

Memastikan kondisi suspensi atau shockbreaker ini tetap baik, maka penting untuk melakukan perawatan yang tepat. Berikut bentuk perawatan yang bisa dilakukan: 

  • Memastikan upper mounting terpasang dengan benar. 
  • Memastikan shockbreaker selalu dalam kondisi bersih, sebab kotoran yang menempel bisa memicu kerusakan di komponen ini. 
  • Menjaga kualitas ban tetap bagus, sebab kondisi ban yang aus akan mempengaruhi kerja suspensi. 
  • Rutin datang ke bengkel untuk pengecekan rutin, sehingga mekanik berpengalaman akan mengecek kondisi shockbreaker maupun komponen lain secara detail. 

Service berkala atau service rutin menjadi solusi untuk menjaga kesehatan shockbreaker dan komponen mesin lainnya.

Pilih bengkel terpercaya untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Anda bisa ke bengkel Karya Bakti untuk pemeriksaan rutin maupun untuk perbaikan darurat.

Cukup hubungi kontak customer service dan Anda sudah bisa memastikan mobil dalam kondisi sehat.