tipe transmisi matic

Berkenalan dengan 4 Tipe Transmisi Matic

Mobil dengan transmisi otomatis alias mobil matic memang baru 5 tahun terakhir populer di Indonesia, namun tidak demikian halnya di luar negeri.

Salah satu contohnya adalah di Amerika Serikat yang ternyata sudah mengenal mesin jenis ini sejak era 40-an.

Oldsmobile yang merupakan salah satu pabrikan mobil di Amerika Serikat tercatat sebagai penyedia mesin transmisi matic pertama di negara Paman Sam tersebut yakni pada tahun 1940.

Sejak Oldsmobile merilis mobil dengan transmisi matic yang kemudian diminati oleh publik, maka banyak pabrikan lain melakukan hal serupa.

Setiap pabrikan terlihat menampilkan keunggulan yang diharapkan menjadi ciri khas dari mobil matic yang diproduksi.

Pengembangan transmisi matic pun terus berjalan bahkan semakin pesat, hingga tercipta beberapa jenis atau tipe transmisi matic.

Mengenal Berbagai Tipe Transmisi Matic

Berikut adalah beberapa tipe transmisi matic yang kini menghiasi pasaran otomotif di dunia dan juga Tanah Air:

Continuous Variable Transmission

Tipe transmisi matic yang pertama adalah continuous variable transmission yang lebih akrab disebut CVT. Mesin jenis ini paling sering digunakan pabrikan otomotif zaman sekarang, karena beberapa keunggulan.

Sistem kerja transmisi ini adalah mengganti transmisi manual dengan drum dengan rasio terus berubah kemudian dihubungkan dengan belt atau sabuk.

Hubungan antara drum dan sabuk ini akan membuat roda dapat berputar dengan baik.

CVT banyak digunakan karena permintaan masyarakat yang terbilang tinggi, salah satunya karena karakternya yang lebih mudah dan nyaman untuk dikemudikan.

Sebab transmisi jenis ini bisa menyesuaikan putaran mesin sehingga lebih halus dan sigap yang membuat aktivitas mengemudi lebih nyaman.

Teknologi CVT juga membuat konsumsi bahan bakar lebih irit, sehingga bisa membantu pemiliknya untuk menghemat biaya operasional kepemilikan mobil.

Hydraulic Automatic Transmission

Tipe kedua adalah hydraulic automatic transmission yang merupakan tipe transmisi matic tertua alias yang pertama.

Tipe inilah yang ditemukan dan dikembangkan oleh Oldsmobile yang sudah disebutkan di atas. Menariknya lagi, sistem atau tipe transmisi ini pula yang paling jamak dijumpai di Indonesia.

Sistem kerja dari transmisi ini adalah mengandalkan torque converter yang akan mengubah energi mekanik menjadi kinetik.

Energi kinetik yang dihasilkan akan disalurkan ke bagian drive shaft untuk bisa memutar roda dan diarahkan sesuai pergerakan kemudi.

Dual Clutch Transmission

Transmisi ketiga adalah dual clutch transmission atau DCT, transmisi jenis ini adalah yang paling canggih. Sebab mengandalkan program di dalam komputer untuk menjalankan seluruh komponen transmisi.

Komputer secara pintar akan mengendalikan kopling ganda. Sehingga perpindahan gigi bisa terjadi secara otomatis dan meningkatkan kenyamanan saat mengemudi.

Meskipun paling canggih dan modern, namun transmisi tipe ini masih belum dijumpai di Indonesia. Pasalnya untuk proses produksi akan menelan biaya yang tinggi dibanding transmisi tipe lainnya.

Lumrahnya, tipe transmisi ini diterapkan pada mobil produksi pabrikan Eropa.

Automated Manual Transmission

Jika Anda masih ingin menikmati sensasi memindahkan gigi pada transmisi manual pada mobil matic. Maka bisa memilih mobil dengan tipe transmisi automated manual transmission atau AMT.

Sebab tipe transmisi matic jenis ini merupakan gabungan antara transmisi manual dengan matic.

Tipe transmisi satu ini menggunakan komponen aktuator yang akan mengendalikan transmisi, sehingga secara otomatis transmisi manual menjadi matic.

Namun pengemudi tetap merasakan sensasi memindahkan gigi secara manual. Hanya saja pedal kopling dihilangkan yang kemudian digantikan oleh sistem di komputer pintar,

Tips Memilih Pelumas Transmisi Matic Sesuai Tipe

Berhubung tipe transmisi matic ada 4 atau lebih dari satu, ternyata tidak hanya berbeda dari segi sistem kinerja mesinnya saja.

Namun juga perawatan yang berbeda satu sama lain, salah satunya terkait pelumas alias oli. Oli mesin baik CVT, AMT, maupun tipe lainnya ternyata dibedakan agar menunjang kinerja mesin di dalamnya.

Setiap pabrikan otomotif biasanya sudah merekomendasikan karakter oli aftermarket seperti apa yang bisa dipilih.

Menyesuaikan diri akan membantu merawat komponen mesin, sebab jika asal dalam memilih pelumas dan kebetulan salah. Tidak tertutup kemungkinan malah merusak komponen mesin matic.

Tipe CVT dianjurkan untuk memilih oli yang kemasannya tercantum informasi “CVT Fluid”, sebab suhu transmisinya paling rendah dibanding tipe lain.

Sedangkan untuk tipe dual clutch memang di Indonesia belum tersedia oli yang sesuai untuk tipe ini. Jika memiliki transmisi ini dianjurkan untuk membeli olinya dari luar negeri.

Namun jika tidak memungkinkan maka bisa dikonsultasikan dengan mekanik di bengkel resmi brand mobil yang dimiliki.

Supaya bisa tahu oli alternatif yang bisa dipakai jenis apa, untuk mencegah kerusakan mendadak karena salah pilih oli. Sedangkan untuk tipe lainnya bisa menggunakan jenis ATF, Dexron III, atau mungkin memakai Mercon.

Ingin lebih praktis dalam merawat transmisi matic Anda? Maka bisa berkunjung langsung ke Bengkel Karyabakti yang akan membantu Anda mengurus mobil secara profesional.

Tidak sempat datang langsung atau mobil keburu mogok di jalan? Tak perlu panik, gunakan jasa service panggilan kami dengan klik disini.